"SELAMAT DATANG JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR GAN..."

Kamis, 09 September 2010

Adolf Hitler

Di Mata Sang Ayah, Hitler Tukang Bawa Sial
Adolf Hitler (Foto: Googleimages)

Siapa yang tak kenal dengan Adolf Hitler, pria berkumis unik bak aktor Charlie Chaplin ini dikenal sebagai pemimpin Jerman di era Perang Dunia II.

Hitler dikenal dengan pribadinya yang keras, unik sekaligus kejam. Lahir di Austria pada 20 April 1889 di Gasthof zum Pommer, sebuah penginapan di Braunau am Inn, Austria, Hitler merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Ayah Hitler, Alois merupakan pegawai kantor bea cukai. Sedangkan ibunya Klara Polzl merupakan istri ketiga dari Alois.
Semasa kecilnya, kehidupan pria berkumis ini selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Terlepas dari kehidupannya keluarganya yang nomaden, Hitler kecil merupakan pelajar baik.
Namun semua itu berubah saat dirinya mengenyam sekolah menengah atas. Pada tahun pertamanya Hitler gagal naik kelas dan terpaksa mengulang. Dalam biografinya, Hitler menyatakan kegagalannya di waktu SMA itu tidak lebih sebagai upaya pemberontak kepada sang ayah yang memang dikenal tidak menyukainya.
Alois Hitler terus menanggap, putranya Adolf, sebagai pembawa sial. Karena sikapnya yang anti-sosial dan menunjukan gejala destruktif. Hitler muda memiliki keinginan menjadi seorang pelukis dibandingkan mengikuti jejak ayahnya yang bekerja sebagai petugas bea cukai.
Namun ketika ayahnya meninggal pada 3 Januari 1903, Hitler tidak melanjutkan sekolahnya. Usia 16 tahun dia keluar dari sekolah tanpa menerima gelar apapun.
Hitler akhirnya melanjuti kehidupan di Wina, Austria, bak seorang Bohemian atau seniman jalanan sejak 1905. Namun kehidupan barunya ini didukung oleh sang ibu yang memang amat mencintainya.
Demi memuaskan dahaganya sebagai pelukis, Hitler mencoba melamar sebagai mahasiswa di Akademi Seni Wina, namun ia terus berulangkali ditolak oleh sekolah tersebut. Selama berusaha masuk ke dalam sekolah seni impiannya, Hitler mendapatkan uang warisan dari ayahnya.
Tetapi kegagalannya untuk masuk ke sekolah seni tersebut membawa hidup luntang-lantung. Pada saat ibunya Klara meninggal, hidupnya makin tidak terurus.
Selain mengandalkan uang warisan untuk menyambung hidup, Hitler pun bekerja sebagai pembuat kartu pos dan dijual untuk mencari makan.

Hitler Mulai Mengenal Kemiliteran

Adolf Hitler (Foto: Googleimages)

Saat beban hidup makin berat menimpa Hitler, Perang Dunia I pun pecah. Hitler yang sebelumnya menolak masuk wajib militer Austria, justru antusias mendaftar ke dalam dinas kemiliteran.


Dia yang saat itu lari ke Munich, Jerman untuk menghindari wajib militer Austria bahkan menulis petisi kepada Raja Ludwig III Bavaria untuk diperkenankan masuk ke Ketentaraan Bavaria. Hitler bertugas di Prancis dan Belgia dalam Resimen Cadangan ke-16 Bavaria dan pad saat perang berakhir sebagai Gefreiter (setara dengan prajurit kepala dalam ketentaraan Inggris dan Amerika pada waktu itu).
Dia terlibat dalam sejumlah pertempuran besar di Front Barat, termasuk Pertempuran Ypres, Pertempuran Somme dan Pertempuran Passchendaele.
Pertempuran Ypres yang terjadi selama Oktober 1914, dikenal di Jerman sebagai Kindermord bei Ypern (Pembantaian atas Orang Tak Bersalah), mengorbankan sekitar 40 ribu orang (antara sepertiga hingga setengah) dari sembilan infantri yang ada terbunuh dalam 20 hari.
Kompi Hitler sendiri berkurang dari 250 menjadi 42 orang pada Desember. Karir kemiliteran Hitler sendiri berbuah gemilang. Dua kali dirinya memperoleh bintang jasa atas keberaniannya.
Dia menerima bintang jasa Iron Cross, kelas kedua pada 1914 dan bintang jasa Iron Cross, Kelas Pertama pada 1918, sebuah kehormatan yang jarang diterima oleh seorang prajurit.
Namun pangkat Hitler selama di militer tidak lepas dari prajurit kepala. Hal ini disebabkan staf resimen yang berpikir kurang memiliki kemampuan dalam memimpin.
Tetapi banyak sejarawan yang lain berpendapat jika promosi Hitler kerap dibatalkan karena dirinya tidak memiliki kewarganegaraan Jerman saat itu.


Sederet Kiprah Hitler dan Gebarakan Dunia Politik

Adolf Hitler (Foto: Googleimages)

Usai keluar dari dinas kemiliteran, Hitler kemudian berkecimpung dalam politik di Jerman. Dia pun menjadi pengurus Partai Buruh Jerman (Deutsche Arbeiterpartei/DAP) pada bulan Juli 1921.


Karirnya di DAP pun langsung melesat tajam.
Menggunakan yang cakap dalam berorasi, Hitler kemudian lambat laun berhasil naik ke tampuk kepemimpinan partai. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Nazi.
Pada 1929 NSDAP menjadi pemenang mayoritas dalam pemilihan umum di Kota Coburg, dan kemudian memenangi Pemilu Daerah Thüringen. Tidak lama kemudian Presiden Jerman masa itu, Paul von Hindenburg akhirnya melantik Hitler sebagai Kanselir.
Selama memegang jabatan sebagai kanselir, Hitler sadar jika pemerintahan yang dia bentuk tidak cukup kuat karena masih didominasi kalangan sayap kanan dan politisi independen. Saat itu NSDAP belum ada tanda untuk menguasai penuh pemerintahan.
Pada Juni 1934 yang dikenal dengan malam Nacht der Langen Messer atau Malam Pisau Panjang, Hitler membunuh semua penentangnya. Jalan menjadi pemimpin satu-satunya Jerman atau Fuhrer makin terbuka lebar setelah Presiden Hidenburg meninggal 1934.
Lembaga kepresidenan dan kanselir disatukan sehingga kekuasaan ditangan Hitler, dia pun memegang komando angkatan bersenjata. Krisis ekonomi yang melanda Jerman sebelumnya membuat rakyat menderita.
Namun Hitler mampu menarik perhatian rakyat dengan membangun industri senjata yang nantinya dapat menopang perekonomian.
Inilah yang membuat Hitler makin populer dan posisinya pun semakin kuat untuk melancarkan politik luar negeri yang ada di pikirannya.

PD II, Ambisi Hitler Kuasai Dunia
Adolf Hitler (Foto: Googleimages)

Pemerintahan Hitler didasari pada dendam kesumat kepada kalangan komunis dan Yahudi. Kedua pihak ini menurutnya dianggap sebagai biang keladi buruknya situasi ekonomi yang melanda Jerman.


Dalam bukunya Mein Kampf, jelas jika Hitler menyerap habis Teori Darwin. Dia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Dari dalam dirinya tumbuh 'kekuatan' yang mendapat inspirasi dari teori Darwin bahwa untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung. Dia menerjemahkan impiannya dengan menyerang Austria, Cekoslowakia, Perancis, Rusia dan dunia sekaligus.
Meraih dukungan dari pihak militer Hitler pun melakukan pembantaian terhadap kaum Yahudi Jerman dan kelompok komunis. Selain mengagungkan ras Arya, pembantaian ini tidak lepas dari dari dendam pribadi Hitler terhadap dua kelompok tersebut yang memang selama ini menghantui hidupnya.
Hitler mengadopsi Egenika yang menjadi dasar pijakan evolusionis Nazi. Secara singkat Egenika berarti perbaikan rasa manusia dengan membuang orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Inilah menjadi dasar pemikiran chauvinis dari Hitler.
Masih dalam eforia teori evolusi dan egenika, Nazi mengimbau muda-mudi berambut pirang bermata biru yang diyakini mewakili ras murni Jerman supaya berhubungan seks tanpa harus menikah.
Pada 1935, Hitler memerintahkan didirikannya ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di dalamnya tinggal para wanita muda yang memiliki ras Arya. Para perwira SS (Schutzstaffel) sering mampir ke sana buat mesum dengan dalih Egenika.
Para bayi yang lahir kemudian disiapkan menjadi prajurit masa depan ‘Imperium Jerman’.
Pada September 1939, Hitler menyerang Polandia dengan serangan Taktik Blitzkrieg yang mengejutkan musuh dan jenderalnya sendiri. Serangan terhadap Polandia menyebabkanInggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman, inilah awal dari Perang Dunia (PD) II.
Prancis yang dipimpin oleh Jendral Gamelin yang saat itu ditunjuk sebagai komando tertinggi sekutu, akhirnya menyerah juga ke tangan Jerman setelah gagal menahan serangan kilat Jerman ke Belgia dan Prancis.
Seketika Prancis akhirnya dipimpin oleh Jenderal Charles de Gaulle dan melanjutkan perlawanan Perancis. Amerika Serikat yang sebelumnya enggan turut campur dalam perang yang dianggap Perang Eropa, akhirnya menurunkan bantuan dengan dipimpin Jendral Eisenhower.
Setelah lama berperang dan setelah mengalami kekalahan di setiap medan pertempuran, Hitler menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dielakkan. Awal kekalahan Hitler adalah saat menggempur Kota Kursk Uni Soviet dengan Operasi Citadel.
Saat itu kekuatan Jerman terdiri dari 800 ribu infanteri, 2.700 tank lapis baja, 2.000 pesawat tempur dan dipimpin oleh Jenderal Erich Von Manstein dan Jenderal Walther Models sedangkan kekuatan Uni Soviet terdiri dari 1,3 juta infanteri, 3.600 tank, dan 2.400 pesawat tempur.
Rencana serangan ini telah diketahui secara detail oleh intelejen Uni Soviet yang berada di Swiss. Stalin pun langsung memerintahkan tentaranya untuk membangun pertahanan kuat di kawasan Kursk. Di pertempuran inilah banyak sekali tank - tank andalan Jerman dan Uni Soviet hancur.
Jerman mengalami pukulan mematikan di Stalingrad serta serangan pukulan sekutu di Normandia.
Hitler yang menyadari kejatuhannya sudah dekat kemudian mengawini wanita simpanannya Eva Braun, kemudian bunuh diri bersama-sama pada 30 April 1945.
Jasadnya dibakar agar tidak jatuh ke tangan musuh,dan setelah kematian Hitler beberapa hari kemudian akhirnya Jerman menyerah terhadap pihak rusia dan sekutu. (Data diolah dari Wikipedia dan berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar